FAKULTAS EKONOMI - UNIVERSITAS DJUANDA

Februari 09, 2016

BULETIN EDISI 01

Pada buletin edisi pertama ini membahas mengenai pentingnya budaya organisasi dalam mengubah pola pikir mahasiswa. bagaimana sebuah organisasi berperan besar dalam mengasah softskill mahasiswa dalam cara mereka berbicara dengan orang lain maupun dalam cara mereka bersikap.
 
DOWNLOAD
Share:

Februari 06, 2016

Pemerintah Fokus Kembangkan Sektor Industri


Kemenkeu - Dalam situasi ekonomi yang kurang kondusif, pemerintah terus mencari cara untuk mendorong keadaan sektor industri ke arah perbaikan. Kurang maksimalnya perkembangan sektor industri menjadi salah satu penghambat dorongan ini. Salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk menghidupkan kembali kondisi ini adalah dengan menarik para investor untuk masuk ke bidang infrastruktur, petrokimia dan industri tertentu dalam jangka panjang.

“Misalnya investasi di pembangkit tenaga listrik. Pemerintah juga menyiapkan bagaimana investor bisa masuk ke petrokimia dengan membangun kilang minyak,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, seperti dilansir melalui laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (08/01). Sektor industri menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk transformasi struktural yang lebih baik. “Suatu negara yang berkembang, hanya bisa mencapai transformasi struktural yang berkesinambungan jika sektor industrinya berkembang dengan baik,” tambahnya. Selain itu, pemerintah juga berusaha mendorong ekonomi dengan deregulasi dan debirokratisasi, yang telah tertuang dalam paket kebijakan ekonomi.

Dari Paket kebijakan ekonomi I hingga VIII, berbagai macam kebijakan telah dihadirkan oleh pemerintah sebagai upaya dukungan untuk perusahaan besar berinvestasi hingga kemudahan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mendapatkan Hak Guna Bangunan (HGB). Darmin juga menegaskan bahwa pemerintah selalu berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan OJK dalam mengombinasikan sejumlah langkah untuk mengatasi ketimpangan.
Share:

Januari 11, 2016

INDONESIA TIDAK KRISIS

Pemberitaan media tentang kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2015 begitu berwarna. Secara umum, 2015 bukanlah tahun yang mudah. Kelesuan dan ketidakpastian ekonomi global masih mendominasi dan memberikan pengaruh terhadap perekonomian tanah air. Sepanjang kuartal I-III, realisasi pertumbuhan ekonomi hanya berada di kisaran4 persen. Angka ini relatif tidak tinggi, tapi sebenarnya tergolong baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
            Mata uang rupiah juga berfluktuasi sepanjang 2015. Sempat melemah pada beberapa pekan, kinerja rupiah juga tidak terlalu buruk jika dinilai selama satu tahun. Perlambatan ekonomi sempat dikhawatirkan membawa Indonesia kembali pada kondisi krisis tahun 1998. Namun, hal ini dibantah oleh Febrio Kacaribu, Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).
            Menurut Febrio, tidak adil membandingkan kondisi ekonomi saat ini dengan keadaan 17 tahun yang lalu. “Waktu itu, perekonomian kita masih sangat kecil, sehingga begitu ada gejolak di pasar global, rupiah langsung anjlok. Sekarang jauh berbeda,” kata salah satu dosen pengajar FEB UI itu. Kondisi kelesuan ekonomi internasional selama beberapa tahun terakhir telah menciptakan kondisi yang disebut the new normal. Situasi normal yang baru ini juga melingkupi nilai tukar rupiah. Pada semester pertama 2015, gejolak rupiah dinilai lebih besar dibandingkan pada semester kedua. Nilai tukar rupiah yang cenderung stabil belakangan ini diharapkan dapat mendorong kinerja ekonomi.             Febrio juga menyoroti kinerja ekspor dan impor yang sempat turun bersamaan pada tahun ini. Dampaknya adalah pada jumlah cadangan devisa yang sempat menurun. Namun demikian, Febrio optimistis bahwa cadangan devisa akan lebih stabil jumlahnya pada 2016.
            Kilas balik perekonomian 2015 juga tak bisa dilepaskan dari keputusan pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang dimulai pada September. Hingga saat ini, sudah ada tujuh paket yang diluncurkan ke publik. Febrio menilai pemerintah tidak terlalu perlu untuk mengeluarkan paket-paket lain dalam waktu dekat. “Tidak usah terlalu pusing
mencari paket yang lain lagi, yang sudah ada dijalankan saja dulu. Pasar dan pelaku bisnis akan melihat pemerintah memang serius,” kata Febrio.

Penyerapan anggaran dan pajak
            Di tempat berbeda, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih sepakat bahwa Indonesia tidak sedang berada dalam situasi krisis ekonomi. Sistem keuangan kita saat ini dibandingkan dengan tahun 1998 jauh lebih baik.“Industri perbankan cukup kuat dan sehat. Yang juga menarik adalah sistem keuangan non bank itu peranannya semakin meningkat,” ujar Sri.
            Sistem keuangan non bank seperti asuransi, pasar modal, dan lembaga pembiayaan yang berkembang sepanjang tahun ini dipandang positif. Industri perbankan masih dominan, tetapi peranannya semakin turun. “Itu bagus ya karena tidak bagus kalau suatu perekonomian hanya tergantung kepada bank,” kata Sri. Harapannya, perkembangan yang terjadi ini dapat terus berlanjut. Menurut Sri, kondisi industri bank dan non bank yang sehat dapat menjadi jangkar bagi stabilitas sistem keuangan kita.
            Dalam wawancara dengan Media Keuangan, Sri juga memberikan dua catatan penting terkait kinerja ekonomi 2015, yaitu tentang penyerapan anggaran dan penerimaan pajak. Penyerapan anggaran menghadapi sejumlah tantangan, antara lain perencanaannya yang masih belum komprehensif, lambat, dan adanya ketakutan pejabat untuk menjadi pimpinan proyek. Ekonom Universitas Gajah Mada itu berharap proses transisi pemerintahan di level nasional yang prosesnya berlangsung pada tahun ini dapat menjadi pelajaran. Apalagi, beberapa waktu lalu baru saja dilaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Sri berharap pemimpin-pemimpin daerah yang terpilih, terutama jika ada pemimpin-pemimpin baru, bisa belajar dengan cepat.
            “Mudah-mudahan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang ada cukup kuat dan bisa mendampingi siapa pun yang terpilih menjadi gubernur, walikota, dan bupati,” kata Sri yang ditemui Media Keuangan di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden di Jakarta Pusat, belum lama ini. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya perlambatan di dalam implementasi kebijakan anggaran. Sri berharap SKPD di daerah membantu untuk mendorong rencana pembangunan jangka menengah setiap daerah agar dapat menerjemahkan visi dan misi pemimpin daerah terpilih yang sekaligus sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
            Terkait realisasi penerimaan pajak, Sri berpandangan bahwa tahun ini akan menjadi periode yang berat. “Realisasi pajak tampaknya akan kekurangan cukup banyak dari target, yang belum pernah terjadi sejak tahun 1970-an,” kata Sri. Prediksi ini menjadi tantangan sendiri, lanjut dia, bagi pemerintah. Meskipun memang harus diakui di Indonesia banyak orang yang belum membayar pajak secara benar. Sri menilai perlu dibuat strategi-strategi untuk membenahi sector perpajakan, terutama dalam meningkatkan kepatuhan. “Jangan sampai usaha untuk meningkatkan pajak justru menimbulkan ketakutan orang untuk berbisnis, berinvestasi, dan membayar pajak dengan benar,” kata Sri. Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak dipandang perlu memikirkan pendekatan kekeluargaan yang lebih bisa diterima untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak. Misalnya, pendekatan dengan sudut pandang bahwa membangun bangsa memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. “Jadi bukan hanya menakut-nakuti, melainkan juga memberikan pengertian supaya masyarakat dengan suka rela ingin berbagi, mau membayar kewajibannya karena juga peduli kepada masa depan bangsa dan negaranya,” Sri melanjutkan.
            Lebih jauh, pemerintah perlu bekerja keras untuk menunjukkan bahwa uang pajak yang dibayarkan masyarakat ada manfaatnya yang terlihat. “Selama ini kan sudah bayar pajak mahal, tapi keluhannya jalan masih buruk atau tidak ada pelabuhan, sehingga semuanya tidak tertata bagus dan mengakibatkan ketidakrelaan masyarakat membayar pajak,” ujar Sri. Pembenahan di sektor perpajakan akan membuat masyarakat lebih sadar dalam membayar pajak pada tahun-tahun mendatang.
            Pemerintahan Presiden Jokowi telah melakukan sejumlah kebijakan transformasional di bidang ekonomi. Salah satunya adalah menjadikan 2015 sebagai Tahun Pembinaan Wajib Pajak. Sri berharap inisiatif program itu dan kebijakan-kebijakan lain dapat mulai dilihat hasilnya tahun depan. Sri kembali mengingatkan bahwa pajak adalah alat, istrumen negara yang menjadi kewajiban warganya. Namun, kata Sri, hal itu bukanlah tujuan akhir. “Masyarakat sejahtera yang memiliki pekerjaan, penghasilan, dan jaminan sosial yang baik adalah tujuan akhirnya,” ujar Sri.

Yang penting daya saing
            Tahun 2015 juga memberikan catatan pentingnya meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Berdasarkan peringkat daya saing ekonomi Indonesia versi World Economic Forum (WEF), terjadi penurunan dari posisi 34 pada tahun lalu menjadi posisi 37 dari 140 negara. Dalam Global Competitiveness Report 2015-2016 yang dirilis WEF, daya saing Indonesia masih kalah dari tiga negara tetangga, yakni Singapura yang berada di peringkat 2, Malaysia di peringkat 18 dan Thailand di urutan 32. Indonesia unggul dari Filipina (47), Vietnam (56), Laos (83), Kamboja (90), dan Myanmar (131).
            Sri berharap program-program Nawacita Presiden Jokowi akan mampu mengubah ekonomi kita termasuk meningkatkan daya saing. “Perlu waktu, hanya saja saya sampaikan bahwa program kebijakan proyek jangka menengah kita bagus,” kata Sri. Program-program peningkatan kualitas SDM, pembenahan sistem birokrasi dan prosedur perizinan, termasuk pembangunan berbagai sarana infrastruktur memang perlu waktu untuk dapat dinikmati hasilnya. Namun, dengan perencanaan program yang baik pada RPJMN, Sri yakin pemerintah akan mampu mentrasformasi ekonomi kita menjadi ekonomi yang berdaya saing dan mandiri.







Sumber : Media Keuangan

Share:

Desember 30, 2015

WISUDA KE 33 Universitas Djuanda semester Ganjil tahun 2015-2016.



WISUDA KE 33
Universitas Djuanda semester Ganjil tahun 2015-2016.

Rabu, 23 desember 2015, Universitas Djuanda melepas 164 orang mahasiswa sebagai wisudawan/wati.  Kampus yang berdiri sejak tahun 1987 ini menyelenggarakan prosesi wisuda ke 33 di di Braja Mustika, Bogor.
Pada wisuda kedua yang dilakukan di tahun ajaran 2015-2016 ini, Lulusan tercepat tingkat universitas diraih oleh Andi Ihdinannsisa Anindyka, dari Prodi Akutansi Fakultas Ekonomi, dengan masa studi 3 tahun 7 bulan 7 hari dengan IPK 3,58. Judul skripsi “Pengaruh Independensi, Etika dan Pengalaman Auditor terhadap Kualitas Audit pada Auditor Internal Pemerintah di BPKP DKI Jakarta ”. Adapun Lulusan terbaik pada lulusan Program Sarjana (S1), jatuh kepada  Eka Tyas Wahyuni sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi, Prodi Manajemen, dengan IPK 3,90 dengan judul skripsi “Pengaruh Capital Adequacy Ratio (Car), Return On Assets (ROA), dan Earning Per share (EPS) terhadap Harga Saham pada BUSN Devisa yang Terdaftar di BEI” sedangkan lulusan terbaik tingkat Universitas Program Pascasarjana (S2) jatuh kepada Tuti Tirwaningsih, SH. Fakultas Magister Ilmu Hukum jurusan Ilmu Hukum, dengan IPK 3,81 dengan judul skripsi “Efektifitas Pemungutan Ruang Milik Jalan (RUMIJA) untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Darah Kabupaten Bogor di Kaitkan dengan Peraturan Daerah No.29 Tahun 2011 Tentang Restribusi Jasa Usaha “.
Rektor Universitas Djuanda, Martin Roestamy, berharap lulusan Universitas Djuanda dapat menjadi figur dalam masyarakat, yang artinya menjadi tokoh yang disegani karena kecerdasan, kebijaksanaan, kepemimpinan dan bagaimana ia berguna di masyarakat. Miftah, Wakil rektor III yang membawahi pengelolaan mahasiswa dan alumni, menambahkan bahwa pintar saja tidak cukup, menjadi manusia yang berhasil dalam menjalani kehidupan membutuhkan keterampilan dalam mengelola mental, memiliki kreativitas yang tinggi dan memiliki integritas dalam menjalankan apa yang dikerjakan, dan itu semua akan membuahkan hasil optimal jika dilandasi iman dan islam ”  Ujar Miftah, Wakil rektor III yang membawahi pengelolaan mahasiswa dan alumni. “Kita bersaing dalam memperoleh lapangan kerja yang jumlahnya terbatas, karena itu selain membekali untuk menjadi pegawai, Universitas Djuanda juga membekali mahasiswa agar berjiwa entrepreneur” tambahnya. “namun semua pembekalan itu kembali kepada mahasiswa, jika mereka mengembangkan diri sejak masa perkuliahan maka tidak akan sulit bagi mereka untuk mejadi pegawai  maupun entrepreneur”. 
Share:

Tips Untuk Membuat Karir Mu Melejit di Usia 20an



Mungkin sulit buat sebagian orang mendapatkan karir yang cemerlang di usia 20 tahunan. Tapi ada beberapa orang yang benar-benar sukses di usia 20 tahun. Bahkan ada beberapa orang memutuskan buat berhenti kuliah dan lebih memilih menjadi manajer pemasaran. Tentunya tidak mudah mendapatkan posisi itu, tapi disaat dia bisa mengatur manajemen karirnya semua akan terasa mudah. Tak akan ada yang menyangka bisa mendapat karir yang bagus di usia 20 tahun. Mau tahu gimana caranya biar bisa melejitkan karirmu dalam usia 20 tahun? Di bawah ini ada beberapa trik yang bisa kamu pakai untuk melejitkan karirmu dan bertahan dalam jangka waktu yang lama:1. Mengambil banyak resiko
2. Menghidari berbagai macam tagihan yang tidak penting dan beban keuangan
3. Bekerja secara cekatan
4. Lanjutkan pendidikan dan tetap menjadi diri sendiri
5. Berpikir secara terbuka
6. Sabar dan selalu happy
 
Ayo kita baca semua penjelasan secara lengkap : 

  1. Mengambil banyak resiko
Dalam kehidupan , orang-orang yang berhasil adalah mereka yang bersedia dan siap mengambil segala resiko pada saat memanjamen karir. Tanpa resiko, kita tidak akan memiliki perekonomian. Ekonomi yang dibangun di atas resiko disebut bisnis, dan tanpa mereka kita tidak akan memiliki pekerjaan serta tidak ada pendapatan ekonomi. Maka kita dalam bekerja harus siap dengan segala resiko yang ada di depan karir kita.
 
2. Menghindari berbagai macam tagihan yang tidak penting dan beban keuangan
Kamu harus bisa belanja secara cerdas, harus mementingkan apa yang kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan. Kurangi gaya hidup berlebih dan membeli barang-barang yang bisa menguras isi rekeningmu. Hindari belanja dengan kartu kredit jika itu tidak terlalu penting, karena hal itu dapat mengurangi beban bunga dari kartu kredit.
 
3. Bekerja secara cekatan
Kamu tidak akan pernah tahu dimana karir dan pekerjaanmu. Yang jelas dimana pun kamu menjalankan suatu pekerjaan kamu harus bisa bersikap cepat, tekun, teliti, dan total. Kamu juga harus menjalankan semua pekerjaan dengan sepenuh hati dan manajemen karirmu harus diseimbangkan dengan loyalitas yang tinggi untuk perusahaan.
 
4. Lanjutkan pendidikan dan tetap menjadi diri sendiri
Selama kamu masih bisa mengejar ilmu disamping pekerjaanmu, lakukankan semua itu. Pendidikan akan menambah wawasanmu dalam karir yang kamu jalani sekarang, dan akan mempengengaruhi kinerja di lingkungan kerjamu. Disamping kamu melanjutkan pendidikan kamu harus tetap menjadi dirimu sendiri, tidak boleh mengikuti orang lain. Karena kemampuan setiap orang berbeda-beda, kecuali kamu menjadikan orang lain yang sukses sebagai motivator acuan semangat bekerjamu.
 
5. Berpikir secara terbuka
Kamu harus bisa berpikir secara realitis, menjalankan semua pekerjaan sesuai kemampuan dan mampu merealisasikan target yang kamu rencanakan.
 
6. Sabar dan selalu happy
Kunci sukses seseorang adalah kesabaran. Kesabaran bukanlah menunggu kesuksesan datang dengan sendirinya, tetapi terus berjuang dan pantang menyerah disaat kamu sedang mengalami kegagalan. Disaat masalah datang dan kamu sedang gagal kamu harus tetap bahagia, berfikir positif bahwa kegagalan adalah titik awalmu untuk sukses.
 
Ketika kamu memilih jalan menuju kesuksesan, kamu harus siap dengan segala konsekuensinya. Mengatur manajemen karirmu secara baik memang tidak mudah, tapi semua itu bisa kamu usahakan jika kamu memilki pendirian yang kuat untuk sukses.
 
Sumber :
http://laruno.com/karir/mau-karir-melejit-di-usia-20an-beginilah-trik-triknya/
http://laruno.com/karir/mau-karir-melejit-di-usia-20an-beginilah-trik-triknya/2/
http://laruno.com/karir/mau-karir-melejit-di-usia-20an-beginilah-trik-triknya/3/
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Ads

Follow us on FaceBook